UJIAN AKHIR SEMESTER I
TUGAS BAHASA INDONESIA
Disusun Oleh :
CLAUDICHA DINOLIA
SANDO (2015 / AD / 5001)
AKADEMI
KOMUNIKASI INDONESIA
JANUARI 2016
AKADEMIK KOMUNIKASI INDONESIA
Pendahaluan
Latar Belakang
Manusia pada hakekatnya adalah mahkluk sosial, yang dalam kehidupan sehari-
hari tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dan komunikasi.Komunikasi
merupakan bagian integral kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat.
Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari selalu berhubungan dengan orang
lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.
Komunikasi
adalah hubungan antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam
kehidupan sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian
dari kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah
berhubungan dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia
dilahirkan adalah tanda komunikasi . Komunikasi merupakan aktivitas yang
paling esensial dalam kehidupan manusia.Kurang lebih 70% dari waktu bangun kita
dipergunakan untuk berkomunikasi.Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari
keterampilannya dalam berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat
perkembangan kepribadian
Rumusan
Masalah
1.
Mengapa Manusia disebut sebagai makhluk social?
2.
Mengapa manusia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya?
3.
Apa yang dimaksud komunikasi?
Tujuan
1. Memberikan
informasi (Public Information) kepada masyarakat. Karena perilaku menerima
informasi merupakan perilaku alamiah masyarakat
2. Mendidik
masyarakat (Publik Education). Kegiatan komunikasi pada masyarakat dengan
memberiakan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik,
lebih maju, lebih berkembang kebudayaannya
3. Mempengaruhi
masyarakat (Publik Persuasion). Kegiatan memberikan berbagai informasi pada
masyarakat juga dapat dijadikan sarana untuk mempengaruhi masyarakat tersebut
ke arah perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan
Manfaat
1.
Mendidik
2.
Menghibur
3.
Memberikan
informasi
4.
Mempengaruhi
masyarakat
Landasan
Teori
Pengertian komunikasi massa
Komunikasi bersifat dinamis. Manusia sebagai makhluk komunikasi juga
dinamis, sehingga komunikasi senantiasa mengikuti perubahan kebutuhan dan
dinamika kehidupan manusia. Komunikasi menjadi sebuah sistem untuk berhubungan,
berdialog dengan diri sendiri (intrapersonal) dan dengan orang lain
(interpersonal). Seiring perkembangan zaman, komunikasi menjadi sebuah
kebutuhan mutlak bagi setiap individu, tanpa mengenal usia, jenis kelamin,
pekerjaan, status sosial, dan lain-lain. Tidak mengherankan, setelah kita
melewati zaman industrialisasi, kini kita menghadapi zaman informasi (information
age). Kebutuhan akan informasi terus meningkat seiring dengan pesatnya
perkembangan dan kemajuan inovasi dan teknologi, demi mencapai kesejahteraan
hidup manusia. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya berbagai media yang
mampu menyebarkan informasi kepada khalayak luas, dimulai dari media cetak
(surat kabar, brosur, leaflet, dll), media elektronik (telepon, radio,
televisi), hingga media hybrid (internet).
-
Bersifat tidak
langsung, artinya harus melewati media teknis (teknologi media). Komunikasi
massa mengharuskan adanya media massa dalam prosesnya, hal ini dikarenakan
teknologi yang membuat komunikasi massa dapat terjadi. Dapat dibayangkan bahwa
tidak mungkin seseorang melakukan komunikasi massa tanpa bantuan media massa
(teknologi), bahkan bila ia berteriak sekencang-kencangnya.
-
Bersifat satu
arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi. Dalam
istilah komunikasi, reaksi khalayak yang dijadikan masukan untuk proses
komunikasi berikutnya disebut umpan balik (feedback). Namun dalam sistem
komunikasi massa, komunikator sukar menyesuaikan pesannya dengan reaksi
komunikan (khalayak luas dalam hal ini). Komunikasi bersifat irreversible,
yang artinya ketika sudah terjadi tidak dapat diputar balik (diulang). Begitu
juga halnya dengan komunikasi massa. Sebuah informasi yang telah disebarkan,
tidak dapat diputar ulang seperti membuat air menjadi es, kemudian membuat es
menjadi air kembali. Dalam komunikasi massa, publik atau khalayak hanya menjadi
penerima informasi. Pada saat komunikasi massa dilakukan, khalayak tidak dapat
langsung memberikan feedback untuk mempengaruhi pemberi informasi, dalam hal
ini untuk aliran komunikasi sepenuhnya diatur oleh komunikator. Namun demikian,
dalam komunikasi massa masih terdapat kemungkinan adanya siaran ulang, yaitu
memutar ulang tayangan yang sama dalam televisi atau radio.
-
Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada
publik yang tidak terbatas dan anonim. Komunikasi dengan media massa
memungkinkan komunikator untuk menyampaikan pesan kepada publik yang tidak
terbatas jumlahnya, siapapun dan berapapun orangnya selama mereka memiliki alat
penerima (media) siaran tersebut.
-
Mempunyai publik yang secara geografis
tersebar. Seperti dikemukakan sebelumnya, komunikasi massa tidak hanya
ditujukan bagi sekelompok orang di kawasan tertentu, namun lebih kepada
khalayak luas di manapun mereka berada. Oleh karena itu, lewat media massa
seseorang atau sekelompok orang dapat melakukan persuasi kepada banyak orang di
berbagai tempat dengan efisien
BAB I
PEMBAHASAN
A.
KOMUNIKASI LANGSUNG
Pada
komunikasi langsung (tatap muka) baik antara individu dengan individu, atau
individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, kelompok dengan
masyarakat, maka pengaruh hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam
pemahaman komunikasi ini.
Walaupun
komunikasi individu tak terlepas dari pengaruh kelompok, namun konsep
komunikasi ini hanya melihat apa konten dari komunikasi yang dibangun oleh
individu masing-masing. Hal itu berbeda dengan konsep komunikasi kelompok,
dimana kontennya dipengaruhi oleh motivasi bersama dalam kelompok,
tujuan-tujuan yang ingin dicapai, persepsi bersama, kesan-kesan yang tumbuh
dalam kelompok, model kepemimpinan yang dibangun, serta pengaruh-pengaruh
eksternal yang dialami kelompok akan saling memengaruhi masing-masing anggota
kelompok, termasuk juga terhadap kelompok itu secara keseluruhan dan sampai
pada tingkat tertentu seluruh individu dalam kelompok dan kelompoknya itu akan
saling mengontrol atau mengendalikan satu dan lainnya.
Persyaratan komunikasi langsung adalah kontak antarmuka oleh
komunikator secara langsung bertemu dan prosesnya dipengaruhi oleh emosi,
perasaan diantara kedua pihak, karena masing-masing pihak dapat memperoleh
umpan balik dari proses komunikasi yang sedang terjadi. Pengaruh komunikator
bisa sangat besar terhadap komunikannya atau bisa sebaliknya. Hal ini terkait
pula dengan kredibilitas dari komunikator di mata komunikannya dan sebaliknya.
Makin tinggi tingkat kepercayaannya, maka makin tinggi pengaruh komunikator dan
atau sebaliknya.
Media massa memengaruhi masyarakat melalui tokoh-tokoh
masyarakat, publik figur, dan pemuka masyarakat adalah asumsi mendekati
kebenaran. Walau konteks ini menjadi bagian dari komunikasi massa, namun bentuk
keterpengaruhan masyarakat oleh publik figurnya adalah melalui tatap muka yang
dimedaii oleh TV,internet dll. Fokus pembahasannya adalah bagaimana komunikasi
tatap muka itu terjadi, yaitu melalui komunikasi langsung antar kedua pihak. Persoalan
yang muncul akhir-akhir ini adalah sebuah penggugatan terhadap konsep “tatap
muka antar kedua pihak” ini, yaitu ketika proses tersebut terjadi dengan
menggunakan teknologi telematika.
Jadi tatap muka yang dimaksud adalah sebuah konsep yang
fleksibel tidak saja tatap muka dalam arti langsung saling melihat satu dengan
lainya, namun tatap muka yang dimaksud adalah sebuah hubungan interpersonal
yang memungkinkan kedua belah pihak mengembangkan Theater of the mind pada saat
berkomunikasi melalui media berdasarkan pengalaman saling melihat diantara
mereka sebelumnya.
B.
KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan
melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikai dan untuk menyampaikan
informasi kepada khalayak luas.
Unsur
– unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
a)
Komunikator
Komunikator
dalam komunikasi massa adalah :
1)
Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi telematika modern sehingga
dalam menyebarkan suatu informasi, maka informasi ini dengan cepat ditangkap
oleh publik.
2)
Komunikator dalam penyebaran informasi mencoba berbagi informasi, pemahaman,
wawasan dan solusi-solusi dengan jutaan massa yang tersebar dimana tanpa
diketahui dengan jelas keberadaan mereka.
b)
Media massa
Media
massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi
secara massal dan dapat di akses oleh masyarakat secara massal pula.
c)
Informasi (pesan) massa
Infromasi
massa adalah informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara massal, bukan
informasi yang hanya boleh dikonsumsi oleh pribadi. Dengan demikian maka
informasi massa adalah milik publik, bukan ditujukan kepada individu
masing-masing.
d)
Gatekeeper
Gatekepper
adalah penyeleksi informasi.
e)
Khalayak (pubik)
Khalayak adalah massa yang menerima informasi massa yang
disebarkan oleh media massa, mereka ini terdiri dari publik pendengar atau
pemirsa sebuah media massa.
f)
Umpan balik/Respon
Umpan balik dalam media massa berbeda dengan umpan balik
dalam komunikasi antar pribadi. Umpan balik dalam komunikasi massa umumnya
bersifat tertunda sedangkan umpan balik pada komunikasi tatap muka bersifat
langsung. Akan tetapi konsep umpan balik tertunda dalam komunikasi massa ini
telah dikoreksi karena semakin majunya media teknoogi, maka proses penundaan
umpan balik menjadi sangat tradisional. Saat ini media massa juga telah
melakukan berbagai komunikasi interaktif.
1.
Konsep Massa
Massa memiliki unsur-unsur penting, yaitu :
1)
Massa terdiri dari jumlah masyarakat yang sangat besar yang menyebar di mana –
mana, dimana satu dengan lainnya tidak saling tahu – menahu bahkan tidak pernah
bertemu dan berhubungan secara personal.
2)
Jumlah massa yang besar menyebabkan massa tidak bisa dibedakan satu dengan yang
lainnya (undifferentiated). Sulit dibedakan mana anggota massa satu dengan yang
lainnya di suatu masyarakat karena jumlahnya yang besar itu.
3)
Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image/hater terhadap pemberitaan media massa. Massa senantiasa mencurigai
pemberitaan media massa sebagai sesuatu yang benar, bahkan untuk hal – hal
tertentu cenderung skeptis dan berpikir negatif. Bahkan apabila ada pemberitaan
yang baik, selalu disikapi dengan kecurigaan.
4)
Karena jumlah yang besar, maka massa juga sukar diorganisir. Jumlah massa yang
besar itu maka massa cenderung bergerak sendiri – sendiri berdasarkan sel – sel
massa yang dapat dikendalikan oleh orang – orang dalam sel itu. Gerakan –
gerakan massa akan semakin besar apabila sel – sel itu bertemu dan bergerak
berdasarkan kondisi sesaat yang terjadi di lapangan interaksi – interaksi di
antara mereka terjadi sangat emosional, sehingga bersifat destruktif.
5)
Kemudian massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas . setiap
bentuk kehidupan sosial tanf ada dalam sebuah masyarakat adalah refleksi dari
kondisi sosial masyarakat itu sendiri, begitu pula dengan massa adlaha refleksi
dari keadaan sosial masyarakat secara keseluruhan.
2. Proses
Komunikasi Massa
Komponen
pada proses komunikasi kelompok mudah diketahui. Namun apabila komunikasi
tersebut dilakukan media massa maka komponen maupun prosesnya tidak akan
sesederhana sebagaimana pada proses bentuk komunikasi yang lainnya. Komunikasi
massa: proses komunikasi dengan menggunakan media massa:
1.
Cetak: surat kabar, majalah, dll.
2.
Non cetak: radio, TV, internet, film dll.
Yang terpenting adalah bukan jenis
media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari konsep –
konsep tersebut. Menurut Mc.Quail (1992:33), proses komunikasi massa terlihat
berproses dalam bentuk:
1.
Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses
komunikasi massa melakukan informasi kemasyarakatan dalam skala besar, sekali
siaran, pemberitaan yang disebarkan dalam jumlah yang luas, dan diterima oleh
massa yang besar pula.
2.
Proses komunikasi massa juga dilakukan melalui satu arah yaitu dari komunikator ke komunikan. Kalau
terjadi interaktif di antara mereka, maka proses komunikasi (balik) yang
disampaikan oleh komunikan ke komunikator sifatnya sangat terbatas, sehingga
tetap saja didominasi oleh komunikator.
3.
Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris di antara komunikator dan
komunikan, menyebabkan komunikasi di antara mereka berlangsung datar dan
bersifat sementara. Kalau terjadi kondisi emosional disebabkan karena
pemberitaan yang sangat agitatif, maka sifatnya sementara dan tidak berlangsung
lama dan tidak permanen.
4.
Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal (non pribadi) dan tanpa
nama. Proses ini menjamin, bahwa komunikasi massa akan sulit diidentifikasi
siapa penggerak dan menjadi motor dalam sebuah gerakan massa dijalan.
5.
Proses komunikasi massa juga berlangsung berdasarkan pada hubungan – hubungan kebutuhan (market) di
masyarakat.
3.
Audiensi Massa
Pada awalnya sebelum media massa
ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan tontonan. Setelah
ada kegiaran komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima pesan
– pesan media massa. Dan menurut Mc.Quails (1997, 2000) berusaha merubah
istilah audiens, bahwa audiens merupakan suatu kelompok kemudia diubahnya
menjadi “receivers”dalam proses komunikasi. Sedangkan menurut Nightningale
(2003) ada 4 pengertian audiens, diantaranya:
1.
Audiens yaitu “orang – orang yang berkumpul”
2.
Audiens yaitu “orang – orang yang dituju” yang berarti suatu grup yang terdiri
dari orang –orang yang dikirim pesan
3.
Aundiens yaitu “yang terjadinya”, pengalaman akan menerima pesan, apakah
sendiri atau dengan orang lain sebagai kejadian interaksi di kehidupan
4.
Audiens yaitu “mendengar” atau “audisi”.
Audiens
terbentuk karena media. Secara perlahan – lahan masyarakat membentuk suatu hal
yang kita sebut dengan audiens. Secara
histori, audiens terbentuk karena adanya gagasan tentang public yang pada
akhirnya berkembang hingga sekarang. Media membentuk audiens menjadi beberapa
bagian berdasarkan minat, pendidikan, umur, sosial, agama dan juga politik.
Seringkali audiens digunakan sebagai alat dlama membangun pamor politik.
Dan
audiensi masa memiliki sifat – sifat sebagaimana yang ada pada konsep massa,
namun spesifik teragregat pada
suatu media massa. Jadi sifat dari
audiens massa umpamanya:
1.
Terdiri dari jumlah yang besar. Seperti pendengar radio, televisi atau pembaca
koran adalah massa dalam jumlah yang besar. Contoh : umpamanya sebuah harian
mengklaim bahwa pembaca mereka adalah
sebesar 300 ribu orang, hal ini disimpulkan dari jumlah langganan tetap
koran tersebut. Jumlah ini bisa jadi
lebih banyak karena selain pembaca berlangganan, ada juga pembaca berlangganan
, ada juga pembaca bebas yang hanya membeli koran itu secara eceran. Tetapi
pada media elektronik, kondisi prediksi ini semakin sulit dilakukan karena
sifat pemberitaan media massa elektronil yang cepat dan sesaat.
2.
Suatu pemberitaan media massa dapat ditangkap oleh masyarakat dari berbagai
tempat, sehingga sifat audiens massa juga ada tersebar di mana – mana,
terpencar dan tidak mengelompok pada wilayah tertentu.
3.
Pada mulanya aundiens massa tidak interaktif artinya hanya media massa dan
pendengan atau pemirsahnya tidak saling berhubungan , namun saat ini konsep
tersebut sudah ditinggal , karena audiensi massa dan media massa dapat
berinteraksi sutu dengan lainnya melalui komunikasi telepon.
4.
Terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang sangat heterogen . audiensi massa
tidak dapat dikategorikan terdiri dari segmentasi tertentu, kalaupun ada
seperti ada dalam acara – acara televisi dan radio maupun media cetak maka
heterogenitas dalam segmen tersebut tidak dapat dihindari.
5.
Tidak terorganisir dan bergerak sendiri. Karena sifatnya yang besar, maka
audiensi massa sulit diorganisir dan akhirnya bergerak sendiri - sendiri .
4.
Budaya Massa
Komunikasi massa berproses pada
level budaya massa, sehingga sifat – sifat komunikasi massa sangat dipengaruhi
oleh budaya massa yang berkembang dimasyarakat dimana proses komunikasi itu
berlangsung. Dengan demikian, maka budaya massa dalam komunikasi memiliki
karakter sebagai berikut:
1.
Nontradisional yaitu umunya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya
populer. Contohnya acara pencarian bakat seperti AFI, API, KDI, INDONESIAN IDOL
dan lain – lain .
2.
Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebar di basis massa sehinga tidak
mengerucut ditingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses
ini, maka itu bagian dari basis massa itu sendiri.
3.
Budaya massa juga memproduksi produk – produk massa seperti umpamanya
infotaiment adalah produk pemberitaan yang diperuntukkan kepada massa secara
luas.
4.
Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan
bahwa, bukan populer kalau bukan budaya massa, artinya budaya tradisional juga dapat
menjadi populer apabila menjadi budaya massa. Contohnya srimulat, ketoprak
humor, ludruk, campusari, dan lain – lain. Pada mulanya kesenian tradisional
ini berkembang dimasyarakat tradisional dengan karakter – karakter tradisional,
namun ketika kesenian ini dikemas di media massa, maka sentuhan – sentuhan
populer mendominasi seluruh kesenian tradisional.
5.
Budaya massa terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi menggunakan
biaya yang cukup besar, karena itu dana yang besar harus menghasilkan
keuntungan untuk kontinuitas budaya massa itu sendiri, karena itu budaya massa
diproduksi secara komersial agar tidak menjadi jaminan keberlangsungan sebuah
kegiatan budaya massa, namun juga menghasilkan keuntungan bagi kapital yang
diinvestasikan.
6.
Budaya massa juga diproduksi secara eksklusif menggunakan simbol – simbol kelas
sosial sehingga terkesan diperuntukkan kepada masyarakat modern yang homogen,
terbatas dan tertutup.
5. Fungsi
Komunikasi Massa
Komunikasi
massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat.
Komunikasi massa mempunyai dua aspek yaitu fungsi nyata ( manifest function )
adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau bersembungi
( latent function ) yaitu fungsi yang tidak diinginkan.
Setiap
aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan fungsi-fungsi sosial lain, bahwa
manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna. Sehingga setiap
fungsi yang membahayakan dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial
yang ada. Ada beberapa macam fungsi diantaranya :
a.
Fungsi pengawasan
Media
massa merupakan sebuah medium dimana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap
aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan
dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan sosial dapat dilakukan
untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan. Contohnya pemberitahuan mengenai bahaya narkoba bagi kehidupan
manusia yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada masyarakat.
b.
Fungsi Social Learning
Fungsi
utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan
pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat. Komunikasi massa dimaksudkan agar
proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara
bersamaan dimasyarakat secara luas.
c.
Fungsi Penyampaian Informasi
Komunikasi
massa yang mengandalkan media massa, memiliki fungsi utama yaitu menjadi proses
penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
d.
Fungsi Transformasi Budaya
Komunikasi
massa sebagaimana sifat-sifat yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain
yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya. Komunikasi massa
sebagaimana sifat-sifat budaya massa, maka yang terpenting adalah komunikasi
massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua
komponen komunikasi massa, terutama yang didukung oleh media massa.
e.
Hiburan
Fungsi
lain dari komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain,
komunikasi massa juga digunkan sebagai medium hiburan, terutama karena
komunikasi massa menggunakan media massa, jadi fungsi-fungsi hiburan yang ada
pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.
6.
Komunikasi Massa sebagai Sistem Sosial
Kata
sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema. Artinya sehimpunan dari bagian
atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan
merupakan suatu keseluruhan. Dimasyarakat, sistem digunakan untuk beberapa
pengertian sebagai berikut :
a.
Sistem ditujukan sebagai gagasan atau ide yang tersusun, terorganisir dan
membentuk suatu kesatuan yang sistemais dan logis, umpamaya adalah filsafat,
nilai, pemerintahan, demokrasi, kekerabatan dan sebagainya.
b.
Sistem merujuk pada pengertian sebua
kesatuan, kelompok sebuah himpunan dari beberapa unit uatau komponen yang
terpisah-pisah, memiliki hubungan-hubungan khusus sehingga membentuk sebuah
keseluruhan yang utuh seperti pesawat terbang computer, arloji dan sebagainya
c.
System ditujukan untuk menyebutkan sebuah metode, cara, teknik yang digunakan,
seperti system belajar, system pelatihan system bertindak dan sebagainya.
Talcott
Parson membagi karakter system social menjadi dua :
a.
Karakter Himpunan, yaitu system terdiri dari beberapa komponen yang terdapat
dalam kehidupan masyarakat keseharian
b.
Karakter ekuilibrium, yaitu system merupakan sebuah kehidupan yang seimbang
diatur oleh norma dan aturan-aturan dalam masyarakat tersebut.
Hal-hal
yang dapat dimanfaatkan dari teoti system adalah
a.
System sebagai suatu teori untuk semua ilmu social
b.
System dapat diaplikasikan kesemua aspek
dunia social
c.
Teori system berhubungan dengan semua aspek dunia social
d.
Pendekatan system melihat semua aspek sosiokulyural dari segi proses
e.
Teori system bersifat intern dan integrative
Komunikasi massa sebagai system
social memliki komponen-komponen penting, yaitu
:
a.
Nara sumber sebagai sumber-sumber
informasi bagi media massa
b.
Publik yang mengonsumsi media massa
c.
Media massa, meliputi; organisasinya, sumber daya manusia, fasilitas produksi,
distribusi, kebijakan yang ditempuh, ideology yang diperjuangkan dan
sebagainya.
d.
Aturan hokum dan perundang-undangan, norma-norma dan nilai-nilai, serta kode
etik yang mengatur pelaksanaan semua stakeholder komunikasi massa.
e.
Institusi samping yang tumbuh member konstribusi terhadap kegiatan komunikasi
massa, seperti percetakan dan periklanan
f.
Pihak – pihak yang mengendalikan berlangsungnya komunikasi massa, permodalan,
penguasa, kekuatan politik, dll.
g.
Unsur-unsur penunjang lainnya. Umpannya peusahaan-perusahaan penghasil
teknologi telematika, dll.
A adalah Adaptation dimana system
beradaptasi dengan lingkungannya. G adalah Goal attainment dimana system
memiliki tujuan-tujuan yang akan dicapai I adalha Intergration dimana setiap
bagian system berhubungan satu denga n lainnya secara erat dan saling mendukung
fungsi masing-masing L adalah latency memiliki kemampuan untuk mempertahankan
pola-pola aturan-aturan yang ada bahkan memiliki kemampuan untuk memperbaiki
system yang rusak apabila ada serangan
dari luar system.
C. PERAN
MEDIA MASSA
Media
massa adalah institusi yang berperan agent of change, yaitu sebagai menjalankan paradigmnya media massa berperan
:
a.
Sebagai institusi pencarahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi.
b.
Selain itu, media massa juga menjadi
media informasi, yaitu media yang setiap saat
menyampaikan informasi kepada masyarakat.
c.
Teakhir media massa sebagai media hiduran.
Secara lebih spesifik peran media
massa saat ini lebih menyentuh persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat
secara actual, seperti :
a.
Harus lebih spesifik dan proposoinal dalam melihat sebagai persoalan sehingga
mampu menjadi media edukasi dan media informasi sebagaimana diharapkan oleh
masyarakat.
b.
Dalam memotret realitas, media massa harus focus pada realitas masyarakat.
c.
Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan
dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi.
d.
Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan
peran media massa sebagai media informasi dimana lingkungan saat ini menjadi
sumber ancaman.
Dalam hal menghadapi ancaman
masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih
banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu
terjadi bukan hanya pada aksi-aksi terorisme.
BAB II
KESIMPULAN
1.
Pada proses komunikasi dalam masyarakat, terdiri dari komunikasi langsung dan
juga komunikasi masa.
2.
Komunikasi langsung adalah komunikasi yang terjadi tatap muka (langsung) baik
anatara individu dengan individu atau individu dengan kelompok atau kelompok
dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat.
3.
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa
dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada
khalayak luas.
4.
Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan :
a.
sebagai institusi pencerahan masyarakat
b.
Media masa juga menjadi media informasi
c.
Media massa sebagai media hiburan
Daftar
Pustaka
1. Bungin, Burhan, 2006, sosiologi komunikasi, teori, paradigma dan
diskurus teknologi komunikasi di
masyarkat, jakarta: kencana

No comments:
Post a Comment