Wednesday, 20 January 2016

UJIAN AKHIR SEMESTER I TUGAS BAHASA INDONESIA 'SOSIAL KOMUNIKASI - KOMUNIKASI MASSA'



UJIAN AKHIR SEMESTER I
TUGAS BAHASA INDONESIA




Disusun Oleh :
CLAUDICHA DINOLIA SANDO (2015 / AD / 5001)


AKADEMI KOMUNIKASI INDONESIA
 JANUARI 2016





AKADEMIK KOMUNIKASI INDONESIA



Pendahaluan
Latar Belakang
Manusia pada hakekatnya adalah mahkluk sosial, yang dalam kehidupan sehari- hari tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dan komunikasi.Komunikasi merupakan bagian integral kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.
Komunikasi adalah hubungan antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah berhubungan dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah tanda komunikasi . Komunikasi merupakan aktivitas yang paling esensial dalam kehidupan manusia.Kurang lebih 70% dari waktu bangun kita dipergunakan untuk berkomunikasi.Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari keterampilannya dalam berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian
Rumusan Masalah
1.     Mengapa Manusia disebut sebagai makhluk social?
2.     Mengapa manusia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya?
3.     Apa yang dimaksud komunikasi?
Tujuan
1.     Memberikan informasi (Public Information) kepada masyarakat. Karena perilaku menerima informasi merupakan perilaku alamiah masyarakat
2.     Mendidik masyarakat (Publik Education). Kegiatan komunikasi pada masyarakat dengan memberiakan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju, lebih berkembang kebudayaannya
3.     Mempengaruhi masyarakat (Publik Persuasion). Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat juga dapat dijadikan sarana untuk mempengaruhi masyarakat tersebut ke arah perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan

Manfaat
1.       Mendidik
2.      Menghibur
3.      Memberikan informasi
4.      Mempengaruhi masyarakat









Landasan Teori
Pengertian komunikasi massa
Komunikasi bersifat dinamis. Manusia sebagai makhluk komunikasi juga dinamis, sehingga komunikasi senantiasa mengikuti perubahan kebutuhan dan dinamika kehidupan manusia. Komunikasi menjadi sebuah sistem untuk berhubungan, berdialog dengan diri sendiri (intrapersonal) dan dengan orang lain (interpersonal). Seiring perkembangan zaman, komunikasi menjadi sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap individu, tanpa mengenal usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, dan lain-lain. Tidak mengherankan, setelah kita melewati zaman industrialisasi, kini kita menghadapi zaman informasi (information age). Kebutuhan akan informasi terus meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan dan kemajuan inovasi dan teknologi, demi mencapai kesejahteraan hidup manusia. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya berbagai media yang mampu menyebarkan informasi kepada khalayak luas, dimulai dari media cetak (surat kabar, brosur, leaflet, dll), media elektronik (telepon, radio, televisi), hingga media hybrid (internet).

-          Bersifat tidak langsung, artinya harus melewati media teknis (teknologi media). Komunikasi massa mengharuskan adanya media massa dalam prosesnya, hal ini dikarenakan teknologi yang membuat komunikasi massa dapat terjadi. Dapat dibayangkan bahwa tidak mungkin seseorang melakukan komunikasi massa tanpa bantuan media massa (teknologi), bahkan bila ia berteriak sekencang-kencangnya.
                                          
-          Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi. Dalam istilah komunikasi, reaksi khalayak yang dijadikan masukan untuk proses komunikasi berikutnya disebut umpan balik (feedback). Namun dalam sistem komunikasi massa, komunikator sukar menyesuaikan pesannya dengan reaksi komunikan (khalayak luas dalam hal ini). Komunikasi bersifat irreversible, yang artinya ketika sudah terjadi tidak dapat diputar balik (diulang). Begitu juga halnya dengan komunikasi massa. Sebuah informasi yang telah disebarkan, tidak dapat diputar ulang seperti membuat air menjadi es, kemudian membuat es menjadi air kembali. Dalam komunikasi massa, publik atau khalayak hanya menjadi penerima informasi. Pada saat komunikasi massa dilakukan, khalayak tidak dapat langsung memberikan feedback untuk mempengaruhi pemberi informasi, dalam hal ini untuk aliran komunikasi sepenuhnya diatur oleh komunikator. Namun demikian, dalam komunikasi massa masih terdapat kemungkinan adanya siaran ulang, yaitu memutar ulang tayangan yang sama dalam televisi atau radio.

-          Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim. Komunikasi dengan media massa memungkinkan komunikator untuk menyampaikan pesan kepada publik yang tidak terbatas jumlahnya, siapapun dan berapapun orangnya selama mereka memiliki alat penerima (media) siaran tersebut.

-          Mempunyai publik yang secara geografis tersebar. Seperti dikemukakan sebelumnya, komunikasi massa tidak hanya ditujukan bagi sekelompok orang di kawasan tertentu, namun lebih kepada khalayak luas di manapun mereka berada. Oleh karena itu, lewat media massa seseorang atau sekelompok orang dapat melakukan persuasi kepada banyak orang di berbagai tempat dengan efisien





BAB I
PEMBAHASAN

A.           KOMUNIKASI LANGSUNG
Pada komunikasi langsung (tatap muka) baik antara individu dengan individu, atau individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat, maka pengaruh hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam pemahaman komunikasi ini.
Walaupun komunikasi individu tak terlepas dari pengaruh kelompok, namun konsep komunikasi ini hanya melihat apa konten dari komunikasi yang dibangun oleh individu masing-masing. Hal itu berbeda dengan konsep komunikasi kelompok, dimana kontennya dipengaruhi oleh motivasi bersama dalam kelompok, tujuan-tujuan yang ingin dicapai, persepsi bersama, kesan-kesan yang tumbuh dalam kelompok, model kepemimpinan yang dibangun, serta pengaruh-pengaruh eksternal yang dialami kelompok akan saling memengaruhi masing-masing anggota kelompok, termasuk juga terhadap kelompok itu secara keseluruhan dan sampai pada tingkat tertentu seluruh individu dalam kelompok dan kelompoknya itu akan saling mengontrol atau mengendalikan satu dan lainnya.
Persyaratan komunikasi langsung adalah kontak antarmuka oleh komunikator secara langsung bertemu dan prosesnya dipengaruhi oleh emosi, perasaan diantara kedua pihak, karena masing-masing pihak dapat memperoleh umpan balik dari proses komunikasi yang sedang terjadi. Pengaruh komunikator bisa sangat besar terhadap komunikannya atau bisa sebaliknya. Hal ini terkait pula dengan kredibilitas dari komunikator di mata komunikannya dan sebaliknya. Makin tinggi tingkat kepercayaannya, maka makin tinggi pengaruh komunikator dan atau sebaliknya.
Media massa memengaruhi masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat, publik figur, dan pemuka masyarakat adalah asumsi mendekati kebenaran. Walau konteks ini menjadi bagian dari komunikasi massa, namun bentuk keterpengaruhan masyarakat oleh publik figurnya adalah melalui tatap muka yang dimedaii oleh TV,internet dll. Fokus pembahasannya adalah bagaimana komunikasi tatap muka itu terjadi, yaitu melalui komunikasi langsung antar kedua pihak. Persoalan yang muncul akhir-akhir ini adalah sebuah penggugatan terhadap konsep “tatap muka antar kedua pihak” ini, yaitu ketika proses tersebut terjadi dengan menggunakan teknologi telematika.
Jadi tatap muka yang dimaksud adalah sebuah konsep yang fleksibel tidak saja tatap muka dalam arti langsung saling melihat satu dengan lainya, namun tatap muka yang dimaksud adalah sebuah hubungan interpersonal yang memungkinkan kedua belah pihak mengembangkan Theater of the mind pada saat berkomunikasi melalui media berdasarkan pengalaman saling melihat diantara mereka sebelumnya.

B.            KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikai dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.
Unsur – unsur penting dalam komunikasi massa adalah :

a)             Komunikator
Komunikator dalam komunikasi massa adalah :
1)        Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi telematika modern sehingga dalam menyebarkan suatu informasi, maka informasi ini dengan cepat ditangkap oleh publik.
2)        Komunikator dalam penyebaran informasi mencoba berbagi informasi, pemahaman, wawasan dan solusi-solusi dengan jutaan massa yang tersebar dimana tanpa diketahui dengan jelas keberadaan mereka. 
b)            Media massa
Media massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal dan dapat di akses oleh masyarakat secara massal pula.
c)             Informasi (pesan) massa
Infromasi massa adalah informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara massal, bukan informasi yang hanya boleh dikonsumsi oleh pribadi. Dengan demikian maka informasi massa adalah milik publik, bukan ditujukan kepada individu masing-masing.
d)            Gatekeeper
Gatekepper adalah penyeleksi informasi.
e)             Khalayak  (pubik)
Khalayak adalah massa yang menerima informasi massa yang disebarkan oleh media massa, mereka ini terdiri dari publik pendengar atau pemirsa sebuah media massa.
f)              Umpan balik/Respon
Umpan balik dalam media massa berbeda dengan umpan balik dalam komunikasi antar pribadi. Umpan balik dalam komunikasi massa umumnya bersifat tertunda sedangkan umpan balik pada komunikasi tatap muka bersifat langsung. Akan tetapi konsep umpan balik tertunda dalam komunikasi massa ini telah dikoreksi karena semakin majunya media teknoogi, maka proses penundaan umpan balik menjadi sangat tradisional. Saat ini media massa juga telah melakukan berbagai komunikasi interaktif.

1.            Konsep Massa
Massa memiliki unsur-unsur penting, yaitu :
1)             Massa terdiri dari jumlah masyarakat yang sangat besar yang menyebar di mana – mana, dimana satu dengan lainnya tidak saling tahu – menahu bahkan tidak pernah bertemu dan berhubungan secara personal.
2)             Jumlah massa yang besar menyebabkan massa tidak bisa dibedakan satu dengan yang lainnya (undifferentiated). Sulit dibedakan mana anggota massa satu dengan yang lainnya di suatu masyarakat karena jumlahnya yang besar itu.
3)             Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image/hater terhadap pemberitaan media massa. Massa senantiasa mencurigai pemberitaan media massa sebagai sesuatu yang benar, bahkan untuk hal – hal tertentu cenderung skeptis dan berpikir negatif. Bahkan apabila ada pemberitaan yang baik, selalu disikapi dengan kecurigaan.
4)             Karena jumlah yang besar, maka massa juga sukar diorganisir. Jumlah massa yang besar itu maka massa cenderung bergerak sendiri – sendiri berdasarkan sel – sel massa yang dapat dikendalikan oleh orang – orang dalam sel itu. Gerakan – gerakan massa akan semakin besar apabila sel – sel itu bertemu dan bergerak berdasarkan kondisi sesaat yang terjadi di lapangan interaksi – interaksi di antara mereka terjadi sangat emosional, sehingga bersifat destruktif.
5)             Kemudian massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas . setiap bentuk kehidupan sosial tanf ada dalam sebuah masyarakat adalah refleksi dari kondisi sosial masyarakat itu sendiri, begitu pula dengan massa adlaha refleksi dari keadaan sosial masyarakat secara keseluruhan.

2.      Proses Komunikasi Massa
Komponen pada proses komunikasi kelompok mudah diketahui. Namun apabila komunikasi tersebut dilakukan media massa maka komponen maupun prosesnya tidak akan sesederhana sebagaimana pada proses bentuk komunikasi yang lainnya. Komunikasi massa: proses komunikasi dengan menggunakan media massa:
1.             Cetak: surat kabar, majalah, dll.
2.             Non cetak: radio, TV, internet, film dll.
Yang terpenting adalah bukan jenis media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari konsep – konsep tersebut. Menurut Mc.Quail (1992:33), proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:
1.             Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi massa melakukan informasi kemasyarakatan dalam skala besar, sekali siaran, pemberitaan yang disebarkan dalam jumlah yang luas, dan diterima oleh massa yang besar pula.
2.             Proses komunikasi massa juga dilakukan melalui satu arah  yaitu dari komunikator ke komunikan. Kalau terjadi interaktif di antara mereka, maka proses komunikasi (balik) yang disampaikan oleh komunikan ke komunikator sifatnya sangat terbatas, sehingga tetap saja didominasi oleh komunikator.
3.             Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris di antara komunikator dan komunikan, menyebabkan komunikasi di antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi kondisi emosional disebabkan karena pemberitaan yang sangat agitatif, maka sifatnya sementara dan tidak berlangsung lama dan tidak permanen.
4.             Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal (non pribadi) dan tanpa nama. Proses ini menjamin, bahwa komunikasi massa akan sulit diidentifikasi siapa penggerak dan menjadi motor dalam sebuah gerakan massa dijalan.
5.             Proses komunikasi massa juga berlangsung berdasarkan pada  hubungan – hubungan kebutuhan (market) di masyarakat.
3.            Audiensi Massa
Pada awalnya sebelum media massa ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan tontonan. Setelah ada kegiaran komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima pesan – pesan media massa. Dan menurut Mc.Quails (1997, 2000) berusaha merubah istilah audiens, bahwa audiens merupakan suatu kelompok kemudia diubahnya menjadi “receivers”dalam proses komunikasi. Sedangkan menurut Nightningale (2003) ada 4 pengertian audiens, diantaranya:
1.             Audiens yaitu “orang – orang yang berkumpul”
2.             Audiens yaitu “orang – orang yang dituju” yang berarti suatu grup yang terdiri dari orang –orang yang dikirim pesan
3.             Aundiens yaitu “yang terjadinya”, pengalaman akan menerima pesan, apakah sendiri atau dengan orang lain sebagai kejadian interaksi di kehidupan
4.             Audiens yaitu “mendengar” atau “audisi”.
Audiens terbentuk karena media. Secara perlahan – lahan masyarakat membentuk suatu hal yang kita sebut dengan audiens.  Secara histori, audiens terbentuk karena adanya gagasan tentang public yang pada akhirnya berkembang hingga sekarang. Media membentuk audiens menjadi beberapa bagian berdasarkan minat, pendidikan, umur, sosial, agama dan juga politik. Seringkali audiens digunakan sebagai alat dlama membangun pamor politik.
Dan audiensi masa memiliki sifat – sifat sebagaimana yang ada pada konsep massa, namun spesifik  teragregat pada suatu  media massa. Jadi sifat dari audiens massa umpamanya:
1.             Terdiri dari jumlah yang besar. Seperti pendengar radio, televisi atau pembaca koran adalah massa dalam jumlah yang besar. Contoh : umpamanya sebuah harian mengklaim bahwa pembaca mereka adalah  sebesar 300 ribu orang, hal ini disimpulkan dari jumlah langganan tetap koran  tersebut. Jumlah ini bisa jadi lebih banyak karena selain pembaca berlangganan, ada juga pembaca berlangganan , ada juga pembaca bebas yang hanya membeli koran itu secara eceran. Tetapi pada media elektronik, kondisi prediksi ini semakin sulit dilakukan karena sifat pemberitaan media massa elektronil yang cepat dan sesaat.
2.             Suatu pemberitaan media massa dapat ditangkap oleh masyarakat dari berbagai tempat, sehingga sifat audiens massa juga ada tersebar di mana – mana, terpencar dan tidak mengelompok pada wilayah tertentu.
3.             Pada mulanya aundiens massa tidak interaktif artinya hanya media massa dan pendengan atau pemirsahnya tidak saling berhubungan , namun saat ini konsep tersebut sudah ditinggal , karena audiensi massa dan media massa dapat berinteraksi sutu dengan lainnya melalui komunikasi telepon.
4.             Terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang sangat heterogen . audiensi massa tidak dapat dikategorikan terdiri dari segmentasi tertentu, kalaupun ada seperti ada dalam acara – acara televisi dan radio maupun media cetak maka heterogenitas dalam segmen tersebut tidak dapat dihindari.
5.             Tidak terorganisir dan bergerak sendiri. Karena sifatnya yang besar, maka audiensi massa sulit diorganisir dan akhirnya bergerak sendiri - sendiri .
4.       Budaya Massa
Komunikasi massa berproses pada level budaya massa, sehingga sifat – sifat komunikasi massa sangat dipengaruhi oleh budaya massa yang berkembang dimasyarakat dimana proses komunikasi itu berlangsung. Dengan demikian, maka budaya massa dalam komunikasi memiliki karakter sebagai berikut:
1.      Nontradisional yaitu umunya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer. Contohnya acara pencarian bakat seperti AFI, API, KDI, INDONESIAN IDOL dan lain – lain .
2.      Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebar di basis massa sehinga tidak mengerucut ditingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses ini, maka itu bagian dari basis massa itu sendiri.
3.      Budaya massa juga memproduksi produk – produk massa seperti umpamanya infotaiment adalah produk pemberitaan yang diperuntukkan kepada massa secara luas.
4.      Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber  budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa, bukan populer kalau bukan budaya massa, artinya budaya tradisional juga dapat menjadi populer apabila menjadi budaya massa. Contohnya srimulat, ketoprak humor, ludruk, campusari, dan lain – lain. Pada mulanya kesenian tradisional ini berkembang dimasyarakat tradisional dengan karakter – karakter tradisional, namun ketika kesenian ini dikemas di media massa, maka sentuhan – sentuhan populer mendominasi seluruh kesenian tradisional.
5.      Budaya massa terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu dana yang besar harus menghasilkan keuntungan untuk kontinuitas budaya massa itu sendiri, karena itu budaya massa diproduksi secara komersial agar tidak menjadi jaminan keberlangsungan sebuah kegiatan budaya massa, namun juga menghasilkan keuntungan bagi kapital yang diinvestasikan.
6.      Budaya massa juga diproduksi secara eksklusif menggunakan simbol – simbol kelas sosial sehingga terkesan diperuntukkan kepada masyarakat modern yang homogen, terbatas dan tertutup.
5.     Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Komunikasi massa mempunyai dua aspek yaitu fungsi nyata ( manifest function ) adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau bersembungi ( latent function ) yaitu fungsi yang tidak diinginkan.
Setiap aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan fungsi-fungsi sosial lain, bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna. Sehingga setiap fungsi yang membahayakan dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial yang ada. Ada beberapa macam fungsi diantaranya :
a.             Fungsi pengawasan
Media massa merupakan sebuah medium dimana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya pemberitahuan mengenai bahaya narkoba bagi kehidupan manusia yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada masyarakat.
b.             Fungsi Social Learning
Fungsi utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat. Komunikasi massa dimaksudkan agar proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara bersamaan dimasyarakat secara luas.
c.              Fungsi Penyampaian Informasi
Komunikasi massa yang mengandalkan media massa, memiliki fungsi utama yaitu menjadi proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
d.             Fungsi Transformasi Budaya
Komunikasi massa sebagaimana sifat-sifat yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya. Komunikasi massa sebagaimana sifat-sifat budaya massa, maka yang terpenting adalah komunikasi massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua komponen komunikasi massa, terutama yang didukung oleh media massa.
e.              Hiburan
Fungsi lain dari komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain, komunikasi massa juga digunkan sebagai medium hiburan, terutama karena komunikasi massa menggunakan media massa, jadi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.

6.            Komunikasi Massa sebagai Sistem Sosial
Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema. Artinya sehimpunan dari bagian atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Dimasyarakat, sistem digunakan untuk beberapa pengertian sebagai berikut :
a.              Sistem ditujukan sebagai gagasan atau ide yang tersusun, terorganisir dan membentuk suatu kesatuan yang sistemais dan logis, umpamaya adalah filsafat, nilai, pemerintahan, demokrasi, kekerabatan dan sebagainya.
b.             Sistem merujuk pada  pengertian sebua kesatuan, kelompok sebuah himpunan dari beberapa unit uatau komponen yang terpisah-pisah, memiliki hubungan-hubungan khusus sehingga membentuk sebuah keseluruhan yang utuh seperti pesawat terbang computer, arloji dan sebagainya
c.              System ditujukan untuk menyebutkan sebuah metode, cara, teknik yang digunakan, seperti system belajar, system pelatihan system bertindak dan sebagainya.
Talcott Parson membagi karakter system social menjadi dua :
a.              Karakter Himpunan, yaitu system terdiri dari beberapa komponen yang terdapat dalam kehidupan masyarakat keseharian
b.             Karakter ekuilibrium, yaitu system merupakan sebuah kehidupan yang seimbang diatur oleh norma dan aturan-aturan dalam masyarakat tersebut.
Hal-hal yang dapat dimanfaatkan dari teoti system adalah
a.              System sebagai suatu teori untuk semua ilmu social
b.             System dapat diaplikasikan kesemua aspek  dunia social
c.              Teori system berhubungan dengan semua aspek dunia social
d.             Pendekatan system melihat semua aspek sosiokulyural dari segi proses
e.              Teori system bersifat intern dan integrative
Komunikasi massa sebagai system social memliki komponen-komponen penting, yaitu  :
a.              Nara sumber sebagai sumber-sumber  informasi bagi media massa
b.             Publik yang mengonsumsi media massa
c.              Media massa, meliputi; organisasinya, sumber daya manusia, fasilitas produksi, distribusi, kebijakan yang ditempuh, ideology yang diperjuangkan dan sebagainya.
d.             Aturan hokum dan perundang-undangan, norma-norma dan nilai-nilai, serta kode etik yang mengatur pelaksanaan semua stakeholder komunikasi massa.
e.              Institusi samping yang tumbuh member konstribusi terhadap kegiatan komunikasi massa, seperti percetakan dan periklanan
f.              Pihak – pihak yang mengendalikan berlangsungnya komunikasi massa, permodalan, penguasa, kekuatan politik, dll.
g.             Unsur-unsur penunjang lainnya. Umpannya peusahaan-perusahaan penghasil teknologi telematika, dll.





A adalah Adaptation dimana system beradaptasi dengan lingkungannya. G adalah Goal attainment dimana system memiliki tujuan-tujuan yang akan dicapai I adalha Intergration dimana setiap bagian system berhubungan satu denga n lainnya secara erat dan saling mendukung fungsi masing-masing L adalah latency memiliki kemampuan untuk mempertahankan pola-pola aturan-aturan yang ada bahkan memiliki kemampuan untuk memperbaiki system yang rusak  apabila ada serangan dari luar system.
C.      PERAN MEDIA MASSA
Media massa adalah institusi yang berperan agent of change, yaitu sebagai  menjalankan paradigmnya media massa berperan :
a.              Sebagai institusi pencarahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi.
b.             Selain itu, media massa  juga menjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat  menyampaikan informasi kepada masyarakat.
c.              Teakhir media massa sebagai media hiduran.
Secara lebih spesifik peran media massa saat ini lebih menyentuh persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat secara actual, seperti :
a.              Harus lebih spesifik dan proposoinal dalam melihat sebagai persoalan sehingga mampu menjadi media edukasi dan media informasi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.
b.             Dalam memotret realitas, media massa harus focus pada realitas masyarakat.
c.              Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi.
d.             Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan peran media massa sebagai media informasi dimana lingkungan saat ini menjadi sumber ancaman.
Dalam hal menghadapi ancaman masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu terjadi bukan hanya pada aksi-aksi terorisme.



BAB II
KESIMPULAN


1.      Pada proses komunikasi dalam masyarakat, terdiri dari komunikasi langsung dan juga komunikasi masa.
2.      Komunikasi langsung adalah komunikasi yang terjadi tatap muka (langsung) baik anatara individu dengan individu atau individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat. 
3.      Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.
4.      Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan :
a.       sebagai institusi pencerahan masyarakat
b.      Media masa juga menjadi media informasi
c.       Media massa sebagai media hiburan




Daftar Pustaka

1.     Bungin, Burhan, 2006, sosiologi komunikasi, teori, paradigma dan diskurus teknologi     komunikasi di masyarkat, jakarta: kencana